Mana Yang Lebih Bagus Antara Olahraga dan Diet Dalam Menjaga Bentuk Tubuh Ideal

Februari 28, 2019 Lana rezky 0 Comments

Mana Yang Lebih Bagus Antara Olahraga dan Diet Dalam Menjaga Bentuk Tubuh Ideal

Banyak orang berpikir menjaga pola makan lebih penting daripada berolahraga, ketika ingin memiliki tubuh ideal.

Namun, riset justru menunjukkan hal sebaliknya.

Riset yang dilakukan peneliti dari University of Colorado Anschutz Health and Wellness Center, dan telah diterbitkan dalam Jurnal Obesity membahas tentang temuan ini.

Demi mendapatkan hasil yang akurat, peneliti membagi peserta dalam tiga kelompok.

Kelompok pertama adalah peserta yang telah kehilangan berat badan, dan berusaha mempertahankannya selama setahun dengan berat badan sekitar 68 kilogram.

Kelompok kedua adalah pemilik berat badan normal, sekitar 68 kilogram dengan massa tubuh yang sama dengan mereka yang telah mengalami penurunan berat badan.

Kelompok terakhir adalah mereka dengan berat badan sekitar 96 kilogram.

Kelompok ini memiliki indeks massa tubuh yang serupa dengan bobot awal peserta yang kini telah memiliki berat badan normal, atau yang berada di kelompok pertama.

Pengeluaran energi harian total peserta (TDEE) atau jumlah kalori yang dibakar, diukur melalui sampel urin.

Tingkat metabolisme peserta juga diukur untuk mengetahui jumlah TDEE harian yang berasal metabolisme istirahat dan aktivitas fisik.

Selama penelitian, semua peserta mempertahankan berat badan mereka.

Ini berarti pengeluaran energi total atau jumlah kalori yang mereka bakar per hari, sama dengan jumlah kalori yang mereka konsumsi.

Para peneliti menemukan pengeluaran energi total pada peserta yang telah mengalami penurunan berat badan lebih besar daripada mereka yang memiliki berat badan normal, dan serupa dengan peserta yang kelebihan berat badan.

Ini menunjukkan orang-orang yang telah kehilangan berat badan dan berusaha mempertahankannya menggunakan jumlah kalori yang sama dengan peserta yang mengalami kelebihan berat badan.

Lalu, mengapa peserta yang berusaha mempertahankan berat badan mereka tidak kembali mengalami kenaikan berat badan?

Para peneliti menyakini hal ini disebabkan oleh meningkatnya tingkat aktivitas fisik peserta.

Mereka yang berusaha menjaga berat badannya membakar sekitar 300 kalori lebih setiap hari, daripada mereka yang memiliki berat badan serupa.

Mereka  juga melakukan aktivitas berjalan lebih banyak setiap hari daripada orang lain, yaitu 12.1000 langkah.

Sementara itu, mereka yang memiliki berat badan normal hanya melakukan 8.900 langkah per hari.

Sedangkan mereka yang memiliki berat badan berlebih hanya melakukan 6.500 langkah per hari.

"Ketika seseorang kehilangan berat badan, tubuh mereka mengalami beberapa adaptasi metabolik yang berusaha mengembalikan berat badan mereka ke awal."

Demikian dikatakan peneliti Danielle Ostendorf, selaku pemimpin riset.

Mereka yang memiliki berat badan lebih rendah membakar kalori lebih sedikit daripada mereka yang memiliki berat badan berlebih.

Jadi, kita harus mengurangi asupan kalori atau meningkatkan pembakaran kalori melalui aktivitas fisik, atau mengombinasikannya dnegan menjaga pola makan.

"Tampaknya mereka yang sukses menurunkan berat badan lebih banyak mengandalkan pengeluaran energi melalui aktivitas fisik daripada pengurangan asupan kalori," kata Ostendorf.

Jadi. demi mempertahankan tubuh ideal, olahraga sama pentingnya dengan menjaga pola makan.

Namun, Ostendorf menunjukkan bahwa setiap orang berbeda.

"Beberapa individu dapat mempertahankan penurunan berat badan dengan sukses melalui diet dan aktivitas fisik yang rendah."

"Sedangkan yang lain mungkin memerlukan tingkat aktivitas fisik yang sangat tinggi," kata dia.

Menurut dia, menyesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing adalah strategi terbaik untuk mempertahankan penurunan berat badan jangka panjang.

0 komentar:

Hidup Sehat dan Memiliki Tubuh Kekar Ala Thor

Februari 12, 2019 Lana rezky 0 Comments

Hidup Sehat dan Memiliki Tubuh Kekar Ala Thor

Hampir semua orang mengenal sosok Chris Hemsworth. Chris dikenal dari beberapa perannya di layar lebar, termasuk peran sebagai Thor di Marvel Cinematic Universe.

Tentunya tak ada yang membantah kenyatan bahwa Chris memiliki tubuh berotot idaman. Nah, jika kamu ingin memiliki tubuh seperti dia, hal pertama yang harus kamu ketahui adalah bahwa tubuh itu tak dibentuk dalam waktu semalam, melainkan melalui latihan rutin.

Sergio Perera, konsultan gizi yang sudah lama bekerja bersama Chris sekaligus resident foodie di Centr, membeberkan rahasia di balik bentuk tubuh sempurna seorang Chris Hemsworth.

1. Surplus kalori

Untuk memiliki badan Thor, Chris perlu menambah berat tubuhnya dengan cepat. Artinya, ia harus mengkonsumsi lebih banyak kalori daripada yang dibakar.

Menurut Perera, ia membimbing Chris supaya menjalani kalori surplus dengan meningkatkan asupan kalori dari makanan segar, alami dan tinggi nutrisi.


"Kami membuat protein, karbohidrat dan lemak seimbang. Chris meningkatkan konsumsi daging di awal hari, dan pada malam hari ia banyak mengkonsumsi ikan untuk melancarkan pencernaan," kata Perera.

Menurut Perera, jadwal syuting film Chris bisa sangat padat dan melelahkan, sehingga penting bagi dirinya untuk cukup tidur di malam hari. Daging dan beberapa jenis karbohidrat membutuhkan waktu cerna yang lebih panjang sehingga bisa mengganggu waktu tidur.

Itulah mengapa pilihan makanan sangatlah penting.

2. Makan berdasarkan intuisi

Kebanyakan orang mungkin akan mengkonsumsi protein sebanyak mungkin dan membatasi karbohidrat. Namun, Perera membiarkan Chris mendengarkan keinginan tubuhnya.

Menurutnya, ia dan Chris tidak terlalu fokus pada makronutrien, kecuali di awal ketika mereka masih berupaya membentuk tubuh ke arah target.

"Apa yang aku coba bantu adalah bagaimana membangun intuisi personalnya dan membuatnya memahami apa yang dibutuhkan oleh tubuhnya sendiri," kata Perera.

Sebab, jika kita memerhatikannya, tubuh akan menyampaikan apakah sedang membutuhkan lebih banyak protein, lebih banyak karbohidrat untuk energi, atau rasa kenyang dari lemak.

Tubuh yang lesu disebabkan oleh kekurangan Vitamin B dan zat besi. Inilah yang sangat diperhatikan Chris terhadap tubuhnya. Bersama Perera, Chris sudah mampu memahami apa yang bisa dicerna dengan baik oleh tubuhnya.

"Tubuh kita punya kemampuan mencerna yang berbeda dari orang lain. Tidak ada manusia yang sama. Oleh karena itu, kita harus fokus pada bagaimana dan apa yang dirasakan tubuh serta bagaimana memeliharanya agar kita bisa membentuknya dengan baik," ujar Perera.


3. Konsumsi suplemen setelah olahraga

Konsumsi Branched chain amino acids (BCAA's) dan Vitamin C yang dicampur dengan satu liter air dingin bisa membantu meningkatkan metabolisme energi dan meningkatkan ketahanan otot selama melakukan kardio intensif.

Perera juga membantu Chris untuk menerapkannya.

Chris mengkonsumsi suplemen setelah olahraga yang terdiri dari air dingin, bubuk protein (berbasis sayuran), BCAA's dan Vitamin.

Sejam kemudian, ia mengkonsumsi makanan alami tinggi protein, lemak baik dan karbohidrat kompleks.

Namun apa yang ia makan bergantung pada target yang sedang ingin dicapai.

Chris bisa saja menerapkan makan setiap dua atau tiga jam atau sebaliknya intermittent fasting, namun Perera memastikan Chris mengkonsunsi bentuk nutrisi yang sama dalam bentuk cair atau makanan utuh, serta minum banyak air.

Jika Chris merasa lapar sebelum berolahraga, dia akan mengkonsumsi green shake atau semangkuk yogurt dan buah berry.

"Jika tidak, ia akan membuat campuran air yang dibuat dari BCAA's dan Vitamin C," katanya.

4. Konsisten

Chris dan keluarganya menjaga pola makan dengan baik. Terlebih karena istrinya, Elsa Pataky, adalah orang Spanyol yang seringkali menerapkan pola makan mediterania yang kaya akan protein, kacang-kacangan, legume, berry, hingga biji-bijian.

Sekalipun Chris konsisten dengan pola hidup sehatnya, ia beberapa kali mengkonsumsi makanan kesukaannya. Seperti pizza dan hamburger dengan kentang.

5. Konsumsi berbagai suplemen

Chris mengkonsumsi berbagai jenis suplemen, tergantung target yang ingin dicapainya untuk sebuah film.

Seperti Vitamin C, B Vitamin, Zinc, magnesium, dan beberapa jenis suplemen hijau.

"Ini sangat lah membantu, terutama ketika ia traveling dan jadwalnya sangat padat. Selalu ada keseimbangan pada apapun yang ia konsumsi," kata Perera.

0 komentar: