5 Aplikasi Pemblokir Iklan Di Smartphone Android

Maret 28, 2019 Lana rezky 0 Comments

5 Aplikasi Pemblokir Iklan Di Smartphone Android

Pengguna Android seringkali dibuat kesal dengan beragam iklan yang muncul di sebagian besar aplikasi yang terpasang. Berbagai macam iklan bisa ditemukan di beberapa aplikasi, seperti aplikasi game, browser, atau aplikasi berbagi video.

Munculnya iklan seringkali menghalangi layar. Terkadang, pengguna bisa tidak sengaja mengklik iklan tersebut. Untungnya, ada cara untuk menghalau iklan-iklan mengganggu semacam itu.

Salah satunya dengan memasang aplikasi pemblokir iklan di perangkat. Aplikasi pemblokir iklan tidak mudah ditemukan di Google Play Store. Sebab, menurut kebijakan Google, aplikasi pemblokir iklan merupakan aplikasi pengganggu, merusak, dan mengacaukan cara kerja aplikasi lain.

Karena itulah, dibutuhkan platform pihak ketiga untuk bisa memasang aplikasi pemblokir iklan. Beberapa aplikasi pemblokir iklan juga tidak gratis, meski ada pula yang bisa diunduh secara cuma-cuma.

Menurut Android Authority, sebagaimana dilansir KompasTekno, Selasa (19/2/2019), aplikasi pemblokir iklan yang komprehensif adalah yang membutuhkan root atau yang membutuhkan setup agak rumit di perangkat. Berikut lima aplikasi pemblokir iklan yang bisa dimanfaatkan pengguna ponsel Android.

1. AdAWay
Aplikasi AdAway menggunakan host yang dimodifikasi untuk mengirim semua ad request ke 12.0.01. Ad request akan dihitung ketika situs pengguna meminta iklan untuk ditampilkan ke layar.

Dengan kata lain, cara kerja AdAway adalah "mengusir" iklan ke suatu tempat sehingga tidak muncul di layar. Aplikasi ini mendukung host yang dimodifikasi, bisa juga mengunduh basis aplikasi itu sendiri.

File host disimpan ke dalam bagian read-only di sistem Android. Itu berarti, untuk menggunakan aplikasi ini, pengguna harus melakukan root perangkat. Meskipun aplikasi ini gratis, pengguna juga bisa berdonasi untuk mendukung para pengembangnya.

AdAway tidak bisa diunduh melalui Play Store, tapi bisa diunduh melalui Open Sorce F-Droid di tautan berikut. Sehingga pengguna harus mengoprek perangkat untuk memasang AdWay.

2. Adblock Plus
Adblock Plus merupakan aplikasi pemblokir iklan yang cukup populer. Berbeda dengan AdAway, Ablock Plus bisa bekerja dengan cara di-root maupun tanpa root. Meskipun, pengguna yang memasangnya tanpa root, akan dibutuhkan tindakan ekstra untuk memasangnya.

Aplikasi ini berjalan di background (latar belakang) dan filter trafik web, hampir mirip dengan ekstensi browser. Adblock Plus bisa didapatkan di Play Store secara gratis.

Setelah berhasil terpasang, buka aplikasi lalu atur setting sesuai petunjuk, lantas Adblock Plus akan berjalan di latar belakang. Bisa juga mengunduhnya di AdBlock Plus dengan mengikuti petunjuk pemasangan melalui root maupun non-root di tautan berikut.

3. AdGuard
Aplikasi satu ini terbilanng masih sangat asing, bahkan di telinga pengguna Android yang terbiasa mengoprek ponselnya. Cara kerjanya mirip dengan AdBlock Plus. Ia berjalan di latar belakang dan filter trafik web.

Aplikasi ini bisa berjalan tanpa harus root, namun membutuhkan setup yang agak rumit. Ia juga membuat tab pada semua trafik web yang digunakan, serupa dengan aplikasi monitor kemanan web, Glasswire.

Desin antarmukanya pun terlihat rapi sehingga cukup mudah untuk setup. Aplikasi ini ada yang gratis, tapi hanya bisa memblokir iklan dari browser saja. Sementara untuk memblokir iklan sepenuhnya dari perangkat Android, pengguna harus membayar 24,99 dollar AS (sekitar RP 352.000-an) per bulan untuk mendapatkan versi premiumnya.

Dengan versi premium, AdGuard bisa juga digunakan untuk dekstop Windows dan Mac. Aplikasi ini bisa didapatkan melalui tautan berikut.

4. Browser dengan pemblokir iklan
Sebenarnya ada banyak browser (peramban) yang dipasang dengan ad-block. Peramban-perambang tersebut akan menyaring hampir semua trafik iklan atau setidaknya akan mengurangi iklan paling mengganggu.

Salah satu contohnya adalah Chrome. Namun, iklan di Chrome tidak sepenuhnya sirna, masih ada iklan yang muncul meski tak sebanyak jika tanpa dipasang ad-block. Munculnya iklan kecil tersebut memberikan peluang situs untuk tetap menarik pundi-pundi.

Selain Chrome, ada peramban lain yang juga telah dipasang ad-block di dalamnya. Misalnya Brave Browser, Firefox Focus, Kuwu Browser, Samsung Browser, dan sebagianya. Semuanya bisa dicari di Google Play Store.

5. Block This
Terakhir, ada aplikasi bernama Block This, yang mungkin baru terdengar bagi sebagian orang.
Cara menggunakan aplikasi ini mirip dengan setup VPN yang juga digunakan oleh Adblock Plus dan AdGuard di atas.

Block This menggunakan pemblokir DNS ketimbang alat penyaring iklan. Menurut pengembang Block This, metode ini lebih hemat daya dibanding aplikasi pemblokir iklan standar.

Sebab, aplikasi ini akan selesai bekerja sebelum data mencapai perangkat Android dengan tujuan mengurangi trafik data. Aplikasi ini bersifat open source dan bisa diunduh gratis di tautan berikut.

0 komentar:

10 Top Arsitek Indonesia Versi BCI

Maret 05, 2019 Lana rezky 0 Comments

10 Top Arsitek Indonesia Versi BCI

Sepuluh biro arsitek Indonesia menerima penghargaan BCI Asia Top 10 Awards yang diselenggarakan majalah BCI Asia.

Kesepuluh biro arsitek yang menerima penghargaan tersebut merupakan biro yang memiliki nilai agregat terbesar dari sisi rancangan proyek pipe line dan juga proyek yang sedang dikerjakan.

"Semakin konsisten arsitek itu mendesain maka mereka akan masuk nominasi. Dan yang malam ini adalah mereka yang sudah kita confirmed menjadi yang terbesar," kata National Research Manager BCI Asia Cahyono Siswanto menjawab Kompas.com, Selasa (23/4/2019).

Secara agregat nilai proyek yang mereka garap tahun 2019, mencapai 2,59 miliar dollar AS atau setara Rp 33,7 triliun.

Capaian tersebut mengalami koreksi dibandingkan agregat dua tahun terakhir. Pada 2017 mencapai 3,29 miliar atau setara Rp 43,87 triliun dan tahun 2018 lalu menembus angka 3,92 miliar dollar AS atau setara Rp 54 triliun.

"Namun melihat realita yang ada, kondisi ini cenderung stabil," kata dia.

Cahyono menambahkan, tidak semua biro arsitek yang pada tahun lalu masuk nominasi, tahun ini justru keluar dari daftar.

Ada tiga biro arsitek yang sebelumnya masuk daftar, namun tahun ini tersingkir yakni PT Indomegah Cipta Bangun Citra, PT Sekawan DesignInc Architect, dan PT Urbane Indonesia.

Posisi mereka digantikan oleh PT Aecom Indonesia, PT Duta Cermat Mandiri, dan PT Quadratura Indonesia.

Berikut 10 perusahaan arsitektur elite Indonesia yang mendapat penghargaan BCI Asia:

1.PT Airmas Asri
2.PT Anggara Architeam
3.PT Arkonin
4.PT Aecom Indonesia
5.PT Megatika Grahalestari International
6.PDW Architects
7.PTI Architects
8.PT Quadratura Indonesia
9.PT Tetra Desaindo
10.PT Duta Cermat Mandiri

0 komentar:

Mana Yang Lebih Bagus Antara Olahraga dan Diet Dalam Menjaga Bentuk Tubuh Ideal

Maret 01, 2019 Lana rezky 0 Comments

Mana Yang Lebih Bagus Antara Olahraga dan Diet Dalam Menjaga Bentuk Tubuh Ideal

Banyak orang berpikir menjaga pola makan lebih penting daripada berolahraga, ketika ingin memiliki tubuh ideal.

Namun, riset justru menunjukkan hal sebaliknya.

Riset yang dilakukan peneliti dari University of Colorado Anschutz Health and Wellness Center, dan telah diterbitkan dalam Jurnal Obesity membahas tentang temuan ini.

Demi mendapatkan hasil yang akurat, peneliti membagi peserta dalam tiga kelompok.

Kelompok pertama adalah peserta yang telah kehilangan berat badan, dan berusaha mempertahankannya selama setahun dengan berat badan sekitar 68 kilogram.

Kelompok kedua adalah pemilik berat badan normal, sekitar 68 kilogram dengan massa tubuh yang sama dengan mereka yang telah mengalami penurunan berat badan.

Kelompok terakhir adalah mereka dengan berat badan sekitar 96 kilogram.

Kelompok ini memiliki indeks massa tubuh yang serupa dengan bobot awal peserta yang kini telah memiliki berat badan normal, atau yang berada di kelompok pertama.

Pengeluaran energi harian total peserta (TDEE) atau jumlah kalori yang dibakar, diukur melalui sampel urin.

Tingkat metabolisme peserta juga diukur untuk mengetahui jumlah TDEE harian yang berasal metabolisme istirahat dan aktivitas fisik.

Selama penelitian, semua peserta mempertahankan berat badan mereka.

Ini berarti pengeluaran energi total atau jumlah kalori yang mereka bakar per hari, sama dengan jumlah kalori yang mereka konsumsi.

Para peneliti menemukan pengeluaran energi total pada peserta yang telah mengalami penurunan berat badan lebih besar daripada mereka yang memiliki berat badan normal, dan serupa dengan peserta yang kelebihan berat badan.

Ini menunjukkan orang-orang yang telah kehilangan berat badan dan berusaha mempertahankannya menggunakan jumlah kalori yang sama dengan peserta yang mengalami kelebihan berat badan.

Lalu, mengapa peserta yang berusaha mempertahankan berat badan mereka tidak kembali mengalami kenaikan berat badan?

Para peneliti menyakini hal ini disebabkan oleh meningkatnya tingkat aktivitas fisik peserta.

Mereka yang berusaha menjaga berat badannya membakar sekitar 300 kalori lebih setiap hari, daripada mereka yang memiliki berat badan serupa.

Mereka  juga melakukan aktivitas berjalan lebih banyak setiap hari daripada orang lain, yaitu 12.1000 langkah.

Sementara itu, mereka yang memiliki berat badan normal hanya melakukan 8.900 langkah per hari.

Sedangkan mereka yang memiliki berat badan berlebih hanya melakukan 6.500 langkah per hari.

"Ketika seseorang kehilangan berat badan, tubuh mereka mengalami beberapa adaptasi metabolik yang berusaha mengembalikan berat badan mereka ke awal."

Demikian dikatakan peneliti Danielle Ostendorf, selaku pemimpin riset.

Mereka yang memiliki berat badan lebih rendah membakar kalori lebih sedikit daripada mereka yang memiliki berat badan berlebih.

Jadi, kita harus mengurangi asupan kalori atau meningkatkan pembakaran kalori melalui aktivitas fisik, atau mengombinasikannya dnegan menjaga pola makan.

"Tampaknya mereka yang sukses menurunkan berat badan lebih banyak mengandalkan pengeluaran energi melalui aktivitas fisik daripada pengurangan asupan kalori," kata Ostendorf.

Jadi. demi mempertahankan tubuh ideal, olahraga sama pentingnya dengan menjaga pola makan.

Namun, Ostendorf menunjukkan bahwa setiap orang berbeda.

"Beberapa individu dapat mempertahankan penurunan berat badan dengan sukses melalui diet dan aktivitas fisik yang rendah."

"Sedangkan yang lain mungkin memerlukan tingkat aktivitas fisik yang sangat tinggi," kata dia.

Menurut dia, menyesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing adalah strategi terbaik untuk mempertahankan penurunan berat badan jangka panjang.

0 komentar: