Mahyuddin, Mantan Pembalak Liar yang Sukses Membangun Bisnis Bersama Royal Golden Eagle

Desember 06, 2019 0 Comments


Mahyuddin, Mantan Pembalak Liar yang Sukses Membangun Bisnis Bersama Royal Golden Eagle
Sumber: aprilasia.com

Filosofi 5C selalu menjadi pegangan grup bisnis Royal Golden Eagle dalam menjalankan operasi bisnisnya. Asas membawa manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar tidak pernah lepas dari setiap unit bisnis yang berada di bawahnya.

APRIL Group dan salah satu anak usahanya, yakni PT RAPP adalah salah satu contoh menarik tentang praktek pertanggung jawaban sosial perusahaan. Selain aktif menerapkan kebijakan operasional bisnis yang berkelanjutan dan aktif menjaga kelestarian lingkungan, PT RAPP juga banyak membantu masyarakat sekitar dalam meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

Mahyuddin adalah satu dari beberapa contoh pelaku wirausaha yang sukses membangun bisnisnya bersama salah satu anak usaha Royal Golden Eagle. Bahkan ia mampu mencetak omzet hingga ratusan juta per bulan dari kegiatan bisnisnya.

Menjadi Pembalak Liar Karena Kondisi Lapangan Kerja yang Sulit


Mahyuddin adalah salah satu sosok wirausaha yang berangkat dari titik nol. Ia bahkan sempat mengalami masa-masa kelam dan mencari rezeki dari pekerjaan yang sama sekali tidak bisa dibanggakan. Pada tahun 1993, kondisi ekonomi yang sulit dan ketersediaan lapangan kerja yang minim membuatnya harus mengais rezeki dari pekerjaan ilegal.

Bersama dengan teman-temannya, Mahyuddin menebang pohon secara ilegal dan menjualnya kepada pengumpul kayu. Aksi kucing-kucingan dengan penegak hukum seakan sudah menjadi hal yang biasa baginya. Pekerjaan ini pun ia geluti selama bertahun-tahun.

Pada tahun 2002, regulasi ekspor kayu menjadi semakin ketat. Pemerintah juga semakin tegas dalam menindak pelaku pembalakan liar. Pada kala itu, Mahyuddin bahkan sempat harus berurusan dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam karena tindakannya.

Beberapa peralatan yang ia gunakan untuk mengais rezeki disita. Akibatnya, bisnis kayu ilegal yang sudah ia jalankan selama bertahun-tahun akhirnya dibredel oleh penegak hukum.

Menjalin Kerja Sama dengan PT RAPP


Dibredelnya bisnis kayu ilegal yang dijalankan Mahyuddin membuatnya berpikir keras untuk mencari jalan keluar. Namun meski dalam kondisi sulit, ia tidak lantas mencari cara mudah dengan beralih ke bisnis ilegal lainnya. Ia pun mulai menjalin hubungan dengan salah satu anak usaha Royal Golden Eagle, yakni PT RAPP.

Mahyuddin mendatangi PT RAPP tanpa rasa gentar. Ia meyakinkan salah satu perusahaan Sukanto Tanoto tersebut agar mau bekerja sama dengan dirinya. Usahanya itu pun membuahkan hasil yang manis. Hingga akhirnya, ia dipercaya untuk menjadi kontraktor penyedia jasa transportasi untuk anak usaha Royal Golden Eagle tersebut.

Kerja sama Mahyuddin dengan PT RAPP dimulai pada tahun 2005. Ia ditunjuk sebagai kontraktor pengadaan truk di Nursery PT RAPP. Untuk melengkapi urusan legalitas bisnisnya, Mahyuddin pun membuat badan usaha dengan nama CV Mitra Pelalawan Setia (MPS).

Meski berhasil menjalin kerja sama bisnis dengan PT RAPP, Mahyuddin tetap merasakan beberapa kekhawatiran. Kepercayaan yang diberikan terkadang terasa terlalu berat untuk ia tanggung. Di samping itu, ia juga harus belajar untuk membuat administrasi keuangan. Padahal hal-hal semacam ini masih sangat baru baginya.

Beruntung, PT RAPP mengadakan program pembinaan UMKM. Dari sini Mahyuddin belajar banyak hal tentang bisnis. Berangkat dari sini jugalah, ia menjadi semakin percaya diri untuk mengembangkan usahanya.

Pada tahun 2006, Mahyuddin kembali dipercaya PT RAPP untuk menjadi penyedia jasa bongkar muat. Berkembangnya bisnis yang ia geluti ini membuka kesempatan kerja lebih lebar bagi masyarakat sekitar. Hingga tahun 2012, ia sudah mempekerjakan 47 karyawan. Berkat kerja samanya dengan anak usaha Royal Golden Eagle, kini ia bisa mencetak omzet bulanan hingga Rp 250 juta.

0 komentar: