Tata Cara Ekspor dan Impor Barang Yang Harus Diketahui

Februari 22, 2020 0 Comments


Tata Cara Ekspor dan Impor Barang Yang Harus Diketahui

Indonesia merupakan negara berkembang yang perlu memperbanyak lapangan pekerjaan dengan adanya bisnis atau usaha, seperti usaha mikro kecil menengah. Usaha yang telah ada perlu dikembangkan, sehingga dapat mensejahterakan pemilik dan karyawannya. Salah satu usaha yang dapat dilakukan ada dengan cara ekspor barang ke luar negeri atau melakukan impor dari luar negeri. Berikut tata cara melakukan ekspor dan import yang harus diperhatikan.

Tata Cara Pengiriman Barang Ke Luar Negeri



1. Membuat Surat Kontrak Penjualan
Seseorang yang akan melakukan pengiriman ke luar negeri perlu membuat surat persetujuan untuk melakukan proses jual dan beli. Dokumen tersebut harus berisi informasi syarat pembayaran, mutu, harga, cara pengiriman, asuransi, jumlah, dan lain sebagainya. Sebelum sampai pada tahap ini, anda harus melakukan promosi yang mendapat tanggapan dari calon pembeli. Kemudian terjadi kesepakatan untuk melanjutkan proses jual beli, sehingga melahirkn surat kontrak tersebut.

2. Surat Jaminan Pembayaran kepada Eksportir
Setelah terjadi kesepakatan, calon importir dapat meminta bank devisi mengeluarkan surat jaminan untuk uang yang akan dibayarkan kepada eksportir. Ini adalah cara ekspor barang yang kedua. lalu bank devisa terkait akan memberikan surat jaminan di advising bank. Kemudian akan dilakukan pengecekan keabsahan surat jaminan tersebut. Setelah diacc, advising bank akan mengirimkan surat jaminan atas barang yang diminta calon importir.

3. Penerbitan Dokumen Pengiriman
Pengiriman dapat dilakukan dengan berbagai cara. Eksportir dapat memilih perusahaan pengalam ekspor dan impor sesuai dengan ketentuan dalam kontrak. Setelah itu, wajib bagi eksportir untuk membuat PEB di kantor Bea Cukai dan membayar pajak ekspor. Kemudian akan terbit dokumen bukti pengiriman dan harus diserahkan ke advising bank agar diteruskan ke bank devisa terkait. Dokumen ini sangat penting karena digunakan untuk mengambil barang impor tersebut.

Tata Cara Pemasukan Barang Ke Luar Negeri

1. Pastikan Informasi Dengan Tepat
Cara import barang yang pertama, calon importir harus mengetahui informasi mengenai barang yang diinginkan dan perusahaan pengirim dengan rinci. Pastikan harga barang terlebih dahulu serta biaya pengiriman yang harus anda tanggung agar barang sampai ke alamat anda. Lalu pilihlah cara pengiriman yang tepat. Cara pengiriman dapat disesuaikan dengan barang yang akan dikirim seperti massa barang atau kecepatan sampainya. Barang yang mendesak jangan memilih pengiriman via laut.


2. Asuransikan Barang
Pengiriman barang dari luar negeri memang memiliki risiko yang cukup besar. sering kali pemasok lepas tangan setelah barang tidak ada di tangan mereka. Sebagai calon penerima barang tentu yang akan menanggung kerugian tersebut. Kerugian dapat diminimalisasi dengan cara mengasuransikan barang yang anda kirim. Pihak asuransi akan memberikan perlindungan untuk barang anda jika barang rusak selama proses pengiriman. Hal ini harus tercantum di surat kontrak penjualan.

3. Memilih Cara Pembayaran
Pembayaran barang dan biaya pengiriman adalah cara import barang selanjutnya. Dapat dilakukan melalui beberapa cara, yaitu transfer bank. Kedua kartu kredit dengan memberikan rincian kartu kredit kepada eksportir. Selanjutnya wesel inkaso, letter of credit, open account, dan lain sebagainya. Kenali metode pembayaran dan pilihlah yang paling kecil kerugiannya. Sebagai calon importir sebaiknya sering bertanya atau konsultasi dengan yang telah berpengalaman melakukan importir.

4. Tahap Akhir Pemasukan Barang dari Luar Negeri
Setiap barang yang masuk ke Indonesia dikenakan biaya seperti bea cukai, masuk, PPh Pasal 22, dan biaya lainnya. Untuk para importir harus membayar biaya tersebut, sehingga dapat mengambil barang yang telah dikirim. Setelah barang sampai, jangan lupa untuk mengecek barang secara keseluruhan. Laporkan jika ada kerusakan atau barang tidak lengkap. Jika hal ini terjadi, importir dalam melaporkannya ke perusahaan asuransi terkait dan mengajukan klaim agar segera diproses.

Bagi pihak pihak yang berkepentingan untuk melakukan ekspor dan impor dapat melakukan beberapa cara tersebut. Kasus penipuan telah banyak terjadi, jadi dapat diantisipasi dengan bertanya kepada yang telah berpengalaman. Untuk kerugian dapat diminimalisasi dengan klaim asuransi dan mencantumkannya dalam surat kontrak penjualan. Hal ini agar kedua belah pihak tidak merasa dirugikan. Ulasan ini dapat mendukung para pelaku ekonomi untuk menjalankan usahanya.

0 komentar: